Top

BERJIHAD DENGAN ILMU

BERJIHAD DENGAN ILMU

Oleh : Henri Utomo, S.Pdi

(Guru PAIBP SMK Islamiyah Sapugarut)

 

       Rugi bagi orang yang bermalas-malasan dalam menuntut ilmu. Sebagai umat Islam kita diwajibkan untuk menuntut ilmu. Apabila kita memperhatikan isi Al-Quran dan Al-Hadist, maka terdapatlah beberapa seruan yang mewajibkan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu, agar mereka tergolong menjadi umat yang cerdas, jauh dari kabut kejahilan dan kebodohan. Rasulullah SAW bersabda,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

                Artinya: "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami'ish Shaghiir no. 3913)

               Menuntut ilmu artinya berusaha menghasilkan segala ilmu, baik dengan jalan mennya, melihat atau mendengar. Dalam hadis dijelaskan bahwa  menuntut ilmu dengan niatnya untuk mencari ridho Allah SWT.

                "Abu Hurairah ra. Berkata, Rasulullah saw bersabda, “barangsiapa belajar ilmu karena Allah, namun ia tidak mempelajarinya melainkan hanya untuk mendapatkan bagian dari dunia, maka ia tidak akan mendapatkan aroma surga di hari kiamat kelak "(HR. Abu Dawud dengan sanad shahih)

                Semoga kita tergolong orang yang selalu semangat dan ikhlas dalam menuntut ilmu dengan mengharap ridho dari Allah SWT sehingga ilmu yg dipelajari nya bermanfaat dan diamalkan dalam keseharianya, amin amin yarabbal'alamin...

                Dan perlu kita ketahui bahwa menuntut ilmu itu ternyata juga tergolong Jihad. Jihad ternyata bukan hanya dengan berperang mengangkat senjata, berperang di medan perang. Menuntut ilmu agama bisa pula disebut jihad. Bahkan sebagian ulama berkata bahwa jihad dengan ilmu ini lebih utama daripada dengan senjata. Karena setiap jihad mesti pula didahului dengan ilmu.

                Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

                “Menuntut ilmu adalah bagian dari jihad di jalan Allah karena agama ini bisa terjaga dengan dua hal yaitu dengan ilmu dan berperang (berjihad) dengan senjata. Sampai-sampai sebagian ulama berkata, “Sesungguhnya menuntut ilmu lebih utama daripada jihad di jalan Allah dengan pedang.”

                Menuntut ilmu bagian dari Jihad, berjihad tidak hanya sebatas berperang dengan menggunakan senjata, tetapi juga bisa tanpa senjata, contohnya: Berperang melawan kebodohan, ketidaktahuan, keterbelakangan, kemiskinan, hawa nafsu, amarah dan lain sebagainya.

                Seorang siswa yang berangkat kesekolah dengan tujuan menuntut ilmu itu termasuk berjihad. Dimulai dari pagi-pagi bangun tidur, biasanya godaannya besar, malas banget untuk bangun tidur. Apabila kita mampu untuk melawan godaan tersebut yaitu bangun untuk melakukan shalat subuh kemudian bergegas untuk berangkat ke sekolah, berarti menang dalam berperang yaitu perang melawan sifat malas, jihad melawan hawa nafsu.

                Kemudian berangkat menuju ke sekolah, diluruskan niatnya dengan mengharap ridha dari Allah SWT. Berpamitan kepada kedua orang tua dan meminta doa agar dimudahkan dalam menuntut ilmu. Sampai di sekolah dengarkan dan perhatikan apa yang disampaikan bapak dan ibu gurunya. Semangat dalam bersekolah  sama juga dengan menang dalam  berperang yaitu jihad perang melawan kebodohan dan ketidaktahuan.

                Ada lima keutamaan orang menuntut ilmu, yaitu: (1) mendapat kemudahan untuk menuju surga, (2) disenangi oleh para malaikat, (3) dimohonkan ampun oleh makhluk Allah yang lain, (4) lebih utama daripada ahli ibadah, dan (5) menjadi pewaris Nabi.

                Yang dimaksud dengan dimudahkan Allah baginya jalan menuju sorga adalah ilmunya itu akan memberikan kemudahan kepadanya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menyebabkannya masuk sorga. Karena ilmunya, seseorang itu mengetahui kewajiban yang harus dikerjakannya dan larangan-larangan yang harus dijauhinya. Ia memahami hal-hal yang dapat merusak akidah dan ibadahnya. Ilmu yang dimilikinya membuat ia dapat membedakan yang halal dari yang haram. Dengan demikian,  orang yang memiliki ilmu pengetahuan itu tidak merasa kesulitan untuk mengerjakan hal-hal yang dapat membawanya ke dalam sorga.

         Malaikat menghamparkan sayapnya karena senang kepada orang yang mencari ilmu. Malaikat telah mengetahui bahwa Allah sangat mengutamakan ilmu. Hal itu terbukti ketika mereka disuruh hormat kepada Adam setelah Adam menunjukkan kelebihan ilmunya kepada malaikat. Oleh sebab itu,  para malaikat merasa senang kepada orang-orang yang berilmu karena mereka dimuliakan oleh Allah.

                Orang yang menuntut ilmu akan di doakan dan dimintakan ampunan oleh seluruh makhluk yang ada di bumi dan langit. Ini merupakan ungkapan yang menunjukkan kesenangan Rasulullah SAW. kepada para pencari ilmu. Ilmu itu sangat bermanfaat bagi alam semesta, baik manusia maupun bukan manusia. Dengan ilmu pengetahuan yang disertai iman, alam ini akan selalu terjaga dengan indah. Penjagaan dan pengelolaan alam ini dapat dilakukan dengan ilmu pengetahuan. Jadi, orang yang memiliki ilmu dan menggunakannya untuk kebaikan alam semesta merupakan orang mulia yang pantas didoakan oleh penghuni alam ini.

                Orang berilmu pengetahuan lebih utama daripada ahli ibadah. Keutamaannya diumpamakan oleh Rasulullah SAW. bagaikan kelebihan bulan pada malam purnama dari bintang. Keutamaan bulan malam purnama yang jelas dari bintang-bintang adalah dalam hal fungsi menerangi. Bulan itu bercahaya yang membuat dirinya terang dan dapat pula menerangi yang lain. Sedangkan bintang kurang cahayanya dan itu hanya untuk dirinya sendiri. Sifat seperti itu terdapat pula pada orang yang berilmu pengetahuan dan ahli ibadah. Orang yang berilmu pengetahuan dapat menerangi dirinya sendiri dengan petunjuk dan dapat pula menerangi orang lain dengan pengajarannya. Dengan kata lain, orang ‘alim itu memberikan manfaat untuk dirinya dan dapat pula bermanfaat bagi orang lain.

                Orang yang berilmu dikatakan sebagai pewaris Nabi. Ini merupakan penghormatan yang sangat tinggi. Warisan Nabi itu bukan harta dan fasilitas duniawi, melainkan ilmu. Mencari ilmu berarti berusaha untuk mendapatkan warisan beliau. Berbeda dari warisan harta, untuk mendapatkan warisan Nabi tidak dibatasi pada orang-orang tertentu. Siapa saja yang berminat dapat mewarisinya. Bahkan, Rasulullah SAW. menganjurkan agar umatnya mewarisi ilmu itu sebanyak-banyaknya.

                Mengingat pentingnya menuntut ilmu pengetahuan dan merupakan bagian dari jihad, mari kita tanamkan jiwa semangat dalam menuntut ilmu. Tidak hanya mempelajari saja akan tetapi setelah dipelajari, harus diamalkan untuk diri sendiri dan diajarkan kepada orang lain. Jazakallah.

WaAllahu a'lam bissowab.

Partner :

Talk to us

0285 4415586